🌿 Adab Buang Hajat(3)

🔰 BULETIN AL IMAN

🌿 Adab Buang Hajat(3)

١١. يكره حال قضاء الحاجة استقبال مهب الريح بلا حائل؛ لئلا يرتد البول إليه، ويكره الكلام؛

11. Dimakruhkan saat buang hajat menghadap ke arah berhembusnya angin tanpa penghalang, agar tidak terpercik air kencing. Dimakruhkan juga berbicara saat buang hajat.

فقد مرّ رجل والنبي ﷺ يبول، فسلَّم عليه، فلم يردّ عليه

Seorang laki-laki sedang lewat sementara Nabi ﷺ sedang buang air kecil. Laki-laki itu memberikan salam kepada beliau, maka beliau tidak menjawabnya (HR. Muslim)

١٢. ويكره أن يبول في شَق ونحوه؛ لحديث قتادة عن عبد الله بن سرجس

12. Dimakruhkan buang air kecil di lubang yang ada di tanah dan semisalnya. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Qatadah dari Abdullah ibnu Sarjis

(أن النبي ﷺ نهى أن يبال في الجُحْر، قيل لقتادة: فما بال الجحر؟ قال: يقال: إنها مساكن الجن)

Bahwa Nabi ﷺ melarang buang air kecil pada lubang. Dikatakan kepada Qatadah : “Ada apa dengan lubang ?” dia menjawab : Sungguh dia adalah tempat tinggal jin (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

. ولأنه لا يأمن أن يكون فيه حيوان فيؤذيه، أو يكون مسكناً للجن فيؤذيهم

Dan karena tidak aman, jika ada hewan di dalamnya maka dia bisa menyakitnya, atau ia tempat tinggal jin, maka dia bisa pula menyakitinya.

١٣. ويكره أن يدخل الخلاء بشيء فيه ذكْرُ الله إلا لحاجة؛ لأن النبي (كان إذا دخل الخلاء وضع خاتمه)

13. Dimakruhkan juga masuk ke tempat buang hajat dengan sesuatu yang padanya ada dzikir kepada Allah, kecuali jika ada kebutuhan tertentu. Karena Nabi ﷺ jika masuk ke dalam tempat buang hajat maka beliau meletakkan cincinnya.

أما عند الحاجة والضرورة فلا بأس، كالحاجة إلى الدخول بالأوراق النقدية التي فيها اسم الله؛

. فإنه إن تركها خارجاً كانت عرضة للسرقة أو النسيان

Adapun ketika ada keperluan dan kedaruratan, maka tidak mengapa. Seperti kebutuhan membawa uang kertas yang tertulis padanya nama Allah, sebab jika ditinggalkan diluar ada kemungkinan lupa atau dicuri

. أما المصحف فإنه يحرم الدخول به سواء كان ظاهراً أو خفياً؛ لأنه كلام الله وهو أشرف الكلام، ودخول الخلاء به فيه نوع من الإهانة

Adapun mushaf Al Quran, maka diharamkan membawanya masuk ke tempat buang hajat, baik secara nampak maupun tersembunyi, karena dia adalah Kalam Allah dan merupakan Kalam Yang Paling Mulia. Membawanya masuk ke dalam tempat buang hajat adalah termasuk merendahkannya.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Jangan Ragu Bertanya
Assalaamualaikum...