🌿 Bab Tathoyyur

🔰BULETIN AL IMAN

Kitab Tauhid (27)
🌿 Bab Tathoyyur

Firman Allah :

أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raf: 131)

قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

“Mereka (para Rasul) berkata: “kesialan kalian itu adalah karena kalian sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib sial)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Yasin: 19)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ عَدْوَ وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ

“Tidak ada ‘Adwa, Thiyarah, Hamah, Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan:

وَلاَ نَوْءَ وَلاَ غَوْلَ

“dan tidak ada Nau’, serta ghaul.”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:

لاَ عَدْوَ وَلاَ طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ ، قَالُوا: وَمَا الفَأْلُ؟ قَالَ: الكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ

“Tidak ada ‘Adwa dan tidak ada Thiyarah, tetapi Fa’l menyenangkan diriku”, para sahabat bertanya: “apakah Fa’l itu? Beliau menjawab: “yaitu kalimah thayyibah (kata-kata yang baik)”

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Uqbah bin Amir, ia berkata: “Thiyarah disebut-sebut dihadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliaupun bersabda:

أَحْسَنُهَا الْفَأْلُ، وَلاَ تَرُدُّ مُسْلِمًا، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ لاَ يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ أَنْتَ، وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلاَّ أَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

“Yang paling baik adalah Fa’l, dan Thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya, apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya, maka hendaknya ia berdo’a: “Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tiada yang dapat menolak kejahatan kecuali Engkau, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali atas pertolongan-Mu”.

Abu Daud meriwayatkan hadits yang marfu’ dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Thiyarah itu perbuatan syirik, thiyarah itu perbuatan syirik, tidak ada seorangpun dari antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah bisa menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.” (HR.Abu Daud).

Hadits ini diriwayatkan juga oleh At Tirmidzi dan dinyatakan shahih, dan kalimat terakhir ia jadikan sebagai ucapannya Ibnu Mas’ud.

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَتِهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ، قَالُوْا: فَمَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَنْ تَقُوْلَ: اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلا خَيْرُكَ، وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ غَيْرُكَ

“Barangsiapa yang mengurungkan hajatnya karena thiyarah ini, maka ia telah berbuat kemusyrikan”, para sahabat bertanya: “lalu apa yang bisa menebusnya? Rasulullah menjawab:”hendaknya ia berdoa: “ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu, dan tiada kesialan kecuali kesialan dari-Mu, dan tiada sesembahan kecuali Engkau”.

Dan dalam riwayat yang lain dari Fadhl bin Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الطِّيَرَةُ مَا أَمْضَاكَ أَوْ رَدَّكَ

“Sesugguhnya Thiyarah itu adalah yang bisa menjadikan kamu terus melangkah, atau yang bisa mengurungkan niat (dari tujuan kamu)”.

: فيه مسائل

Kandungan bab ini:

١. نفي العدوى، و الطيرة، و الهامة و نفي الصفر

1. Pernyataan bahwa tidak ada ‘Adwa (penularan penyakit); tidak ada thiyaradianjurkan.ya tidak ada anggapan bahwa bernasib sial karena melihat sesuatu);
Tidak ada hamah ( maksudnya tidak ada anggapan bahwa burung hantu dapat membawa nasib sial) ; tidak ada Shafar ( maksudnya tidak ada anggapan bahwa bulan tersebut bernasib sial)

٢. أن الفأل ليس من ذلك بل مستحب

2. Al Fa’l tidak termasuk yang dilarang oleh Rasulullah, bahkan dianjurkan.

٣. أن الواقع في القلب من ذلك مع كراهته لا يضر بل يذهبه التوكل

3. Apabila terjadi tathayyur dalam hati seseorang, tetapi dia tidak menginginkannya, maka hal itu tidak apa-apa baginya, bahkan Allah akan menghilangkannya dengan bertawakkal kepada-Nya.

٤. ذكر ما يقوله من وجده

4. Penjelasan tentang doa yang dibacanya, saat seseorang menjumpai hal tersebut.

٥. التصريح بأن الطيرة شرك

5. Ditegaskan bahwa thiyarah itu termasuk syirik.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Jangan Ragu Bertanya
Assalaamualaikum...