🌿 Bersenda gurau dengan menyebut nama Allah, Al qur’an atau Rosulullah

0 Comments

🔰 BULETIN AL-IMAN

Kitab Tauhid(47)
🌿 Bersenda gurau dengan menyebut nama Allah, Al qur’an atau Rosulullah

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب قل أبالله وأياته ورسوله كنتم تستهزؤون لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم

“Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan) tentulah mereka akan menjawab : “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”, katakanlah : “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kalian selalu berolok-olok ?”, tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman…” (QS. At Taubah, 65 – 66).

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Kaab, Zaid bin Aslam, dan Qatadah, suatu hadits dengan rangkuman sebagai berikut :


أنه قال رجل في غزوة تبوك : ما رأينا مثل قرائنا هؤلاء ، أرغب بطونا، ولا أكذب ألسنا ، و لا أجبن عند اللقاء – يعني رسول الله و أصحابه القراء

“Bahwasanya ketika dalam peperangan tabuk, ada seseorang yang berkata : “Belum pernah kami melihat seperti para ahli membaca Alqur’an (qurra’) ini, orang yang lebih buncit perutnya, dan lebih dusta mulutnya, dan lebih pengecut dalam peperangan”, maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabat yang ahli membaca Al Qur’an.

فقال له عوف بن مالك : كذبت ، و لكنك منافق ، لأخبرن رسول الله فذهب عوف إلى رسول الله ليخبره، فوجد القرآن قد سبقه.

Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya: “kau pendusta, kau munafik, aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah”, lalu berangkatlah Auf bin Malik kepada Rasulullah untuk memberitahukan hal ini kepada beliau, akan tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu kepada beliau.

فجاء ذلك الرجل إلى رسول الله وقد ارتحل و ركب ناقته ، فقال : يا رسول الله! إنما كنا نخوض و نتحدث حديث الركب ، نقطع به عنا الطريق

Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah, beliau sudah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya, maka berkatalah ia kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang yang mengadakan perjalanan untuk menghilangkan penatnya perjalanan”.

Ibnu Umar berkata:


كأني أنظر إليه متعلقا بنسعة ناقة رسول الله، و إن الحجارة تنكب رجليه، و هو يقول : إنما كنا نخوض و نلعب، فيقول له رسول الله : {أبالله و ءايته و رسوله كنتم تستهزؤون}؟ ما يلتفت إليه ، و ما يزيده عليه.

“Sepertinya aku melihat orang tadi berpegangan sabuk pelana unta Rasulullah, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata : “kami hanyalah bersenda gurau dan bermain main saja”, kemudian Rasulullah bersabda kepadanya :
“Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kamu selalu berolok olok”. Rasulullah mengatakan seperti itu tanpa menoleh, dan tidak bersabda kepadanya lebih dari pada itu.

: فيه مسائل

Kandungan bab ini:

١. أن من هزل بهذا أنه كافر

1. Sesungguhnya orang yang bersenda gurau dengan menyebut nama Allah, ayat ayat -Nya dan Rasul-Nya adalah kafir.

٢. أن هذا [هو] تفسير الآية فيمن فعل ذلك كائنا من كان

2. Ini adalah penafsiran dari ayat di atas, untuk orang yang melakukan perbuatan itu, siapapun dia.

٣. الفرق بين النميمة و بين النصيحة لله و لرسوله

3. Ada perbedaan yang sangat jelas antara menghasut dan setia Allah dan Rasul-Nya. [Dan melaporkan perbuatan orang-orang fasik kepada waliyul amr untuk mencegah mereka, tidaklah termasuk perbuatan menghasut tetapi termasuk kesetiaan kepada Allah dan kaum muslimin seluruhnya].

٤. الفرق بين العفو الذي يحبه الله و بين الغلظة على أعداء الله

4. Ada perbedaan yang cukup jelas antara sikap memaafkan yang dicintai Allah dengan bersikap tegas terhadap musuh-musuh Allah.

٥. أن من الاعتدار ما لا ينبغي أن يقبل

5. Tidak setiap permintaan maaf dapat diterima. [Ada juga permintaan maaf yang harus ditolak].

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!