Hakekat Tauhid

0 Comments

๐Ÿ”ฐBULETIN AL-IMAN

Kitab Tauhid (1)

๐ŸŒฟ Hakekat Tauhid

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู…ุง ุฎู„ู‚ุช ุงู„ุฌู† ูˆ ุงู„ุฅู†ุณ ุฅู„ุง ู„ูŠุนุจุฏูˆู†

Allah ta’ala berfirman: โ€œTidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan
hanya untuk beribadah kepada-Ku.โ€
(QS. Adz-dzariyat:56)

: ูˆ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Dan Allah ta’ala berfirman:

ูˆูŽู„ูŽู€ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุนูŽุซู’ู†ูŽุง ูููŠู’ ูƒูู„ู‘ู ุงูู…ู‘ูŽุฉู ุฑู‘ูŽุณููˆู’ู„ู‹ุง ุงูŽู†ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ูˆูŽุง ุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุทู‘ูŽุง ุบููˆู’ุชูŽโ€…

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut
(QS. An-Nahl 16: Ayat 36)

: ููŠู‡ ู…ุณุงุฆู„

Pelajaran penting yang terkandung dalam bab ini:

ูก. ุงู„ุญูƒู…ุฉ ููŠ ุฎู„ู‚ ุงู„ุฌู† ูˆ ุงู„ุฅู†ุณ

1. Hikmah diciptakannya jin daan manusia oleh Allah

ูข. ุฃู† ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ู‡ูŠ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ู„ุฃู† ุงู„ุฎุตูˆู…ุฉ ููŠู‡

2. Ibadah adalah hakekat tauhid, sebab pertentangan yang terjadi antara Rosulullah dengan kaumnya adalah dalam masalah tauhid ini.

{ูฃ. ุฃู† ู…ู† ู„ู… ูŠุฃุช ุจู‡ ู„ู… ูŠุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ูููŠู‡ ู…ุนู†ู‰ : ๏ดฟูˆู„ุง ุฃู†ุชู… ุนุงุจุฏูˆู† ู…ุง ุฃุนุจุฏ

3. Barangsiapa yang belum merealisasikan tauhid dalam hidupnya, maka ia belum beribadah (menghamba) kepada Allah. Inilah sebenarnya makna Firman Allah: “Dan sekali-kali kamu sekalian bukanlah penyembah (Tuhan) yang aku sembah.”

ูค. ุฃู† ุฏูŠู† ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุงุญุฏ

4. Ajaran para Nabi adalah satu yaitu tauhid (mengesakan Allah saja)

ูฅ. ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉ ุงู„ูƒุจูŠุฑุฉ :ุฃู† ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ุชุญุตู„ ุฅู„ุง ุจุงู„ูƒูุฑ ุจุงู„ุทุงุบูˆุช (ู…ู† ุนุจุฏ ู…ู† ุฏูˆู† ุงู„ู„ู‡ ูˆ ู‡ูˆ ุฑุงุถ) ุŒูููŠู‡ ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ : ๏ดฟ ูู…ู† ูŠูƒูุฑ ุจุงู„ุทุงุบูˆุช ูˆ ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูู‚ุฏ ุงุณุชู…ุณูƒ ุจุงู„ุนุฑูˆุฉ ุงู„ูˆุซู‚ู‰

5. Masalah yang sangat penting adalah bahwa ibadah kepada Allah tidak akan terealisasi dengan benar kecuali dengan adanya pengingkaran terhadap thoghut (semua yang disembah selain Allah ta’ala dan dia ridha (tidak mengingkari) atas penyembahan tersebut. Dan inilah maksud dari firman Allah: “Barangsiapa yang mengingkari thoghut dan beriman kepada Allah, maka ia benar-benar telah berpeegang teguh kepada tali yang paling kuat (QS. Al Baqoroh:256)


Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!