Apakah seorang anak harus mentaati ibunya untuk tidak menziarahi keluarga istrinya?

0 Comments

رقم الفتوى: 424981

تاريخ النشر:الإثنين 30 ذو القعدة 1441 هـ – 20-7-2020 م

أنا شاب متزوج تقريبا منذ سنة، وأمي متعلقة بي بشكل كبير، وتحب التدخل في حياتي في كل صغيرة وكبيرة

وأمي وأبي لا يحبان التواصل مع أي أحد، حتى أنهما لا يحبان زيارة الأقارب،

ولا يزورونهما إلا في الأعياد، حتى أصبح بيتا لا يدخله أحد

وأمي تطلب مني ألا أزور حتى أقارب زوجتي، إلا إذا حدثت مناسبة فقط

والمشكلة التي حصلت أن خال زوجتي دعاني إلى العشاء عنده مع زوجتي،

وهذه أول مرة منذ زواجنا، وهو إنسان ملتزم

وأمي لا تريد أن أزوره. فلا أدري هل أرفض الدعوة، طبعا بناء على طلب أمي

(وأنا حريص جدا على رضاها) وهكذا أرفضها من دون سبب، أم ألبي الدعوة

طبعا حاولت التفاهم مع أمي، لكنها ترفض أن أزور أي أحد من أقرباء زوجتي

(هكذا طبع أمي، ولم يفعلوا أي شيء مزعج، أو مشاكل مع أمي)

ولكنها لا تحب هي وأبي زيارة الناس، وتريدني كذلك

المشكلة أيضا أني أسكن قريبا من أمي، وكلما أردت الخروج أمر وأسلم عليها، فلا أستطيع الخروج إلا بعلمها

وشكرا

:الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد                                

 فجزاك الله خيراً على حرصك على برّ أمّك وطاعتها، فحقّ الأمّ على ولدها عظيم، وبرّها من أوجب الواجبات،

ومن أفضل الأعمال وأرجاها ثواباً وأعظمها بركة، وطاعتها في المعروف واجبة

لكنّ طاعة الوالدين تكون واجبة فيما ينفعهما ولا يضرّ ولدهما. أمّا إذا أمرا الولد تعنتاً بما لا منفعة لهما فيه

ولا غرض صحيح؛  فلا تجب طاعتهما حينئذ

وراجع حدود طاعة الوالدين في الفتوى: 76303، والفتوى: 272299

ونهي أمّك لك عن زيارة أقارب زوجتك؛ لا يظهر فيه غرض صحيح، ولا سيما إذا دعاك أحدهم لزيارته؛

فردّ دعوته دون عذر؛ جفاء وسوء عشرة

وعليه؛ فالذي نراه ألا تطيع أمّك في ترك زيارة أهل زوجتك، فضلاً عن رد الدعوة،

لكن إن استطعت إقناعها حتى ترضى بزيارتك لهم؛ فهذا أولى.

وإن لم تستطع إقناعها، فحاول أن تلبي الدعوة دون علمها ما استطعت

فإن لم تستطع هذا ولا ذاك؛ وغضبت منك بسبب الزيارة؛ فابذل وسعك في الاعتذار لها،

واجتهد في إرضائها، وادع الله أن يرضيها عنك

و الله أعلم

Saya seorang pemuda yang sudah menikah kurang lebih sejak setahun yang lalu setahun, dan ibuku sangat  tergantung kepadaku  dalam bentuk yang berlebihan. Ibuku ikut campur dalam kehidupanku baik masalah kecil maupun yang besar. Ibu dan ayahku  mereka berdua tidak suka berinteraksi dengan  siapa pun sampai-sampai mereka berdua tidak suka mengunjungi keluarga dan bahkan keluargapun tidak mengunjungi mereka berdua kecuali di hari-hari Raya sehingga rumah kami itu tidak pernah dimasuki oleh seorangpun. Ibuku menuntut memintaku agar aku tidak mengunjungi sampai pun itu kerabat dari istriku kecuali bila ada  suatu munasabah (ada suatu acara). Masalah yang terjadi adalah  bahwa Paman Istriku dari Ibunya mengundang saya  untuk suatu jamuan makan malam di rumahnya bersama dengan istriku  dan ini adalah undangan pertama kalinya sejak akan menikah. Dan beliau  Paman Istri ini seorang yang baik agamanya tapi ibuku  tidak mau aku mengunjunginya, dan  aku tidak tahu apakah aku harus menolak undangan jamuan makan ini, tentu ini karena berdasarkan permintaan ibuku. Aku sangat ingin sekali mendapatkan ridho ibu dan begitu sajalah Aku menolaknya tanpa sebab, atau aku tetap memenuhi undangan . Tentu saja aku sudah berusaha untuk memberikan pemahaman/pengertian kepada ibuku  akan tetapi ibu ku  melarangku untuk mengunjungi siapapun dari kerabat istriku . Ini tabi’at ibuku, padahal keluarga istriku tidak melakukan hal-hal yang meresahkan yang mengganggunya  ataupun hal-hal yang mempersulit keadaan Ibunda,  akan tetapi ibuku ini dan ayahku tidak suka berkunjung ke rumah orang lain. Dan ibuku menginginkan aku seperti itu juga. Dan masalah lainnya lagi aku ini tinggal dekat dengan rumah Ibuku dan setiap kali aku hendak keluar pasti harus melewati rumahnya dan harus mengucapkan salam kepadanya. dan aku tidak bisa keluar kecuali harus diketahui oleh ibuku.  Terima kasih                                            

Jawabannya :                                  

 Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa shohbihi, amma ba’du.  Semoga Allah membalas kebaikan yang banyak  kepadamu karena keinginanmu yang besar untuk berbakti kepada ibumu dan mentaatinya.  Karena hak seorang Ibu atas anaknya itu sangat besar dan berbakti kepada Ibu termasuk kewajiban yang paling besar, amalan yang paling utama dan merupakan amalan yang pahalanya sangat diharapkan  serta yang sangat diharapkan keberkahan  yang paling besar.  Mentaati ibu di dalam perkara yang baik itu adalah suatu yang wajib, akan tetapi mentaati kedua orangtua  menjadi wajib pada  yang dapat memberikan manfaat bagi kedua keduanya dan  tidak membahayakan keadaan anak mereka. Adapun apabila kedua orang tua memerintahkan kepada anak untuk mentaati pada apa yang tidak bisa memberikan manfaat bagi keduanya pada amalan itu  dan tidak ada tujuan yang baik maksud yang  baik,  maka ketika itu tidak wajib untuk mentaati kedua orang tua.                                                                                                                                             Tinjau kembali batasan taat kepada kedua orang tua dalam Fatwa nomor 76303 dan Fatwa nomor 272299.                                                                                                                                               Larangan  Ibu kepadamu untuk mengunjungi kerabat istrimu tidak menunjukkan tidak menampakkan adanya maksud yang baik, tujuan yang benar . Apakah sampai ada seorang di antara mereka yang mengundangmu untuk mengunjunginya, maka  menolak undangannya tanpa ada udzur itu adalah sikap  kasar dan muamalah yang jelek dan  hubungan yang jelek cara bermuamalah yang jelek, maka  yang wajib bagi sang anak yang kami lihat yaitu  jangan kamu mentaati ibumu untuk tidak menziarahi keluarga istrimu. Apalagi sampai menolak undangan tetapi kalau bisa semampumu untuk memberikan ketenangan  kepada ibumu sehingga ibumu ridho terhadap kunjungan mu ke keluarga istri. dan ini  yang paling baik. dan Kalau kamu tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan untuknya   maka berusahalah untuk memenuhi undangan keluarga istrimu tanpa harus diketahui oleh ibumu sebisa mungkin.  kalau kamu tidak bisa ini tidak bisa itu  kemudian ibumu marah karena kamu mengunjungi keluarga istrimu  maka curahkan segala tenagamu untuk meminta maaf kepada ibu dan berusahalah sekeras mungkin untuk mencari keridhaan-nya dan memohonlah kepada Allah.                

 Semoga Allah meridhoinya untukmu.

Wallahu a’lam

Sebarkan...

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!