Kaidah Ilmu Waqof & Ibtida Bag. 2

0 Comments

Waqof Terbagi Menjadi 4 Macam

Kaidah kedua:

كُلُّ وَقْفٍ فِي القُرْآنِ لَا يَخْرُجُ عَنْ أَرْبَعَةِ أَنْوَاعٍ : تَام، كَاف، حَسَن وَقَبِيح

“Setiap waqof pada Al-Quran tidak akan lepas dari 4 jenis Waqof :

1. Waqof Tam

2. Waqof Kafi

3. Waqof Hasan

4. Waqof Qobih

Urutan diatas merupakan urutan dari jenis waqof yang terbaik hingga yang tidak dibolehkan. Pembagian ini sendiri merupakan pendapat yang paling masyhur diantara para ulama. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

Waqof Tam

Definisi dari waqof ini adalah:

Waqof tam merupakan jenis waqof yang terbaik. Definisi dari waqof ini ialah:

Berhenti pada suatu lafadz Al-Quran yang tidak memiliki kaitan dengan kalimat setelahnya baik secara lafadz maupun makna.

Jenis waqof ini sendiri banyak kita dapati di akhir surat, akhir kisah serta akhir pembahasan, sebab pada keadaan seperti inilah suatu topik yang dibahas telah selesai.

Diantara contohnya adalah surat Al-Baqoroh ayat 5 :

أُو۟لَـٰۤىِٕكَ عَلَىٰ هُدࣰى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

Ayat diatas merupakan akhir pembahasan sifat orang-orang beriman yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan di awal surat Al Baqoroh. Adapun ayat setelahnya memulai pembahasan yang berbeda, yaitu seputar sifat orang-orang kafir.

Hal serupa juga kita dapati pada ayat 25 :

وَلَهُمۡ فِیهَاۤ أَزۡوَ ٰ⁠جࣱ مُّطَهَّرَةࣱۖ وَهُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ

Masing-masing akhir ayat diatas merupaka contoh waqof tam karena memang sudah tidak memiliki kaitan dengan ayat selanjutnya baik secara lafadz ataupun makna.

Faidah tambahan :

Hendaknya saat seseorang membaca Al-Quran ia berusaha mengakhiri bacaannya pada waqof tam sebelum ia berpindah pada aktifitas yg lain. Hal ini bertujuan agar saat ia selesai membaca Al-Quran, ia telah menyempurnakan makna yang ada pada ayat tersebut.

Sehingga ketika nanti atau keesokan harinya ia kembali melanjutkan bacaan Al-Quran, ayat yg dibaca masuk pada pembahasan baru yg tidak berkaitan dengan ayat yang ia baca pada hari sebelumnya. Pun begitu saat seseorang melaksanakan sholat, hendaknya ia tidak ruku’ kecuali setelah menutup bacaannya dengan waqof tam. Hal ini merupakan bagian dari adab membaca Al-Quran.

Waqof Kafi

Waqof yg menempati urutan kedua adalah waqof kafi. Definisinya sendiri ialah:

Berhenti pada suatu kalimat yangg tak lagi memiliki kaitan dengan kalimat setelahnya dari sisi lafadz, meskipun masih terikat dari sisi makna.

Maksud “sisi lafadz” sendiri ialah dari kacamata ilmu nahwu. Hal ini berarti keduanya telah berdiri sendiri alias tak lagi saling berkaitan dari segi i’robnya.

Mari kita lihat bersama beberapa contoh penerapannya agar lebih mudah dipahami.

Surat Al Baqoroh ayat 2 :

هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

Waqof pada akhir ayat ke-2 ini mendapat predikat waqof kafi lantaran ayat setelahnya masih memiliki kaitan dari segi makna. Sebab ayat ke-3 merupakan penjelasan seputar sifat orang-orang bertakwa yg disebutkan pada ayat ke-2 diatas.

Pertengahan surat Al-Baqoroh ayat 9 :

یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟

Waqof pada pertengahan ayat kesembilan ini juga masuk kategori waqof kafi. Sebab kalimat setelahnya masih memiliki kaitan makna, yaitu berupa penjelasan lanjutan seputar keadaan orang-orang munafik.

Waqof Hasan

Waqof jenis ketiga adalah waqof Hasan. Gambaran mudah untuk waqof ini adalah:

Berhenti pada suatu kata yang masih memiliki kaitan erat dengan kata selanjutnya baik secara lafadz(nahwu) maupun secara makna. Namun berhenti pada kata tersebut sudah cukup memberikan faida. Hanya saja tidak boleh langsung melanjutkan dengan kata setelahnya, akan tetapi harus mengulang dari tempat yang tepat sebelumnya.

Contoh mudahnya adalah berhenti di ayat kedua surat Al-Fatihah pada lafadz:

الحمد لله

Waqof pada lafadz diatas terhitung hasan, sebab meskipun memiliki kaitan yg erat, ia sudah cukup memberikan faidah. Namun jika seseorang berhenti demikian, ia tidak diperkenankan untuk langsung membaca kata setelahnya:

رب العلمين

Akan tetapi ia harus mengulang kata sebelumnya sehingga menjadi:

الحمد لله رب العلمين

Catatan Tambahan:

Dalam waqof hasan ini terdapat pengecualian, yaitu saat waqof hasan terletak pada akhir ayat. Maka dalam kasus ini ia boleh langsung melanjutkan dengan kata setelahnya. Hal ini dikarenakan ada sebuah kaidah lain yang berbunyi:

الوقف على رؤوس الآي سنة

“Waqof pada akhir ayat merupakan suatu hal yg disunnahkan”

Contoh penerapannya adalah antara ayat kedua dan ketiga di surat Al-Fatihah:

الحمد لله رب العلمين

الرحمن الرحيم

Perlu dipahami bahwa berhenti pada akhir ayat kedua masuk dalam kategori waqof hasan, sebab ayat ketiga (الرحمن الرحيم) memiliki kedudukan yg sama dengan (رب العلمين). Namun berhenti pada ayat kedua dan langsung memulai dengan ayat ketiga dibenarkan lantaran adanya kaidah diatas.

Waqof Qobih

Definisi waqof qobih adalah:

Berhenti pada suatu lafadz yang tidak bisa dipahami maknanya atau justru merubah dan merusak makna yang ada.

Para ulama sejak zaman terdahulu sudah mewanti-wanti siapa saja yang membaca Al-Quran agar tidak terjatuh pada jenis waqof yang satu ini. Sebab hal tersebut bisa merusak makna ayat yang ada. Oleh sebab itu waqof ini dinamakan dengan Qobih (buruk/jelek).

Diantara contohnya adalah pada surat Al-Maidah ayat 17, berhenti pada lafadz:

لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِینَ قَالُوۤا۟

Kemudian langsung melanjutkan dengan kalimat setelahnya:

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِیحُ ٱبۡنُ مَرۡیَمَۚ

Maka dalam hal ini makna dari ayat tersebut menjadi berubah 180 derajat.

Penutup

Ilmu waqof dan Ibtida merupakan bumbu yang amat penting dalam membaca Al-Quran. Ia mampu memberikan cita rasa istimewa bukan hanya bagi orang yang membaca, akan tetapi juga bagi mereka yang mendengarkan.

Saat menguasainya, seseorang akan merasa terpana dengan pemilihan waqof para Imam ternama di shalat-shalat mereka. Telinga dan pikiran benar-benar termanjakan, seakan hidangan Al-Quran berada di hadapannya lengkap dengan tafsirnya.

Wallahu a’lam.

Referensi :

Al Muktafa, Abu ‘Amr Ad Dani

Al Wajiz, Ghonim Qodduri

Penulis : Ust. Afit Iqwanuddin, Lc.

(Alumni Ponpes Hamalatul Quran dan mahasiswa pascasarjana jurusan Ilmu Qiraat, Fakultas Al Quran, Universitas Islam Madinah)

Sebarkan...

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!