Kaidah Waqof & Ibtida’ Bag. 1

0 Comments

Kaidah 1 : Waqof adalah Tafsir

Jika dalam Ilmu Fiqh, Ilmu Hadits dan sebagainya terdapat berbagai kaidah umum yang dapat memudahkan para penuntut ilmu dalam memahaminya, maka begitu pula dalam Ilmu Waqof & Ibtida’. Cukup banyak kaidah umum yang nantinya bisa diterapkan di berbagai ayat Al-Quran.

Para ulama telah memberikan perhatian khusus terhadap cabang ilmu ini hingga menelurkan berbagai karya menarik, mulai dari yang membahas secara menyeluruh seperti Al-Muktafa karya Imam Ad-Dani rohimahulloh hingga kitab yang membahas satu sisi bidang ini secara khusus.

Diantara faedah dari mempelajari ilmu ini adalah memudahkan seorang muslim untuk menentukan dimana sebaiknya ia berhenti sebelum kehabisan nafas saat membaca Al-Quran.

Imam Abu Hatim As-Sijistani rohimahulloh pernah menuturkan:

مَنْ لَمْ يَعْلَمِ الوَقْفَ لَمْ يَعْلَمْ مَا يَقْرَأْ

“Siapa yang tidak memahami ilmu waqof, maka sejatinya orang tersebut tidak memahami apa yang ia baca”

Artikel ini insyaAllah akan kami sajikan dalam bentuk serial bersambung yang mana tiap tulisan akan membahas satu kaidah secara mendetail.

Kaidah Pertama

الوَقْفُ هُوَ التَّفْسِيْرُ

Waqof adalah Tafsir

Maksud dari kaidah ini adalah bahwa seseorang yang memilih waqof tertentu ditengah aktifitas membaca Al-Quran sejatinya ia sedang menggambarkan pemahamannya terhadap makna dari ayat yang ia baca.

Alasan diatas nantinya melatarbelakangi berbagai perbedaan pendapat para ulama dalam masalah ini. Sebab masing-masing memiliki pemahaman yang berbeda terhadap makna suatu ayat.

Diantara contohnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala pada surat Al- Anfal:

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). (Al-Anfal: 50)

Terdapat perbedaan waqof diantara para ulama:

Pendapat Pertama: Waqof pada lafadz كَفَرُوا, kemudian langsung memulai dengan lafadz setelahnya.

Pendapat Kedua: Tidak waqof kecuali pada akhir ayat عَذَابَ الْحَرِيقِ

Perbedaan pendapat diatas dipengaruhi oleh pemahaman tiap ulama terhadap tafsir ayat. Para ulama yang mengambil pendapat pertama menafsirkan bahwa proses malaikat memukul orang-orang kafir tersebut terjadi setelah mereka wafat atau di alam Barzakh. Sedangkan pada pendapat kedua menunjukkan bahwa proses ini terjadi saat mereka diwafatkan.

Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kita dari siksaanNya. Amiin.

Referensi:

Al-Kamil, Al-Hudzali

Al-Waqfu wa Al-Ibtida wa Atsaruhuma fi Al-Ma’ani, Sa’id As-Shufi

Penulis : Ust. Afit Iqwanuddin, Lc. Hafidzhohullah

( Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Fakultas Al Qur’an )

Sebarkan...

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!