🌿 Larangan Berprasangka Buruk Kepada Allah

🔰BULETIN AL IMAN

Kitab Tauhid
🌿 Larangan Berprasangka Buruk Kepada Allah

Firman Allah :

يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ الْأَمْرِ مِن شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ

“Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah, seperti sangkaan jahiliyah, mereka berkata: “Apakah ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, katakanlah: “Sungguh urusan itu seluruhnya di Tangan Allah.” (QS. Ali Imran: 154)

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan supaya dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang Musyrik laki laki dan orang-orang musyrik perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah, mereka akan mendapat giliran (keburukan) yang amat buruk, dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Fath: 6)

قال ابن القيم-في الآية الأولى- : فسر هذا الظن بأته سبحانه لا ينصر رسوله، و أن أمره سيضمحل، و فسر بظنهم أن ما أصابهم لم يكن بقدر الله و حكمته، ففسر بإنكار الحكمة، و إنكار القدر، و إنكار أن يتم أمر رسوله، و أن يظهره على الدين كله، و هذا هو ظن السوء الذي ظنه المنافقون و المشركون في سورة الفتح، و إنما كان هذا ظن السوء؛ لأنه ظن غير ما يليق به سبحانه، و ما يليق بحكمته و حمده ووعده الصادق.

Ibnu Qayyim dalam menafsirkan ayat yang pertama mengatakan: “Prasangka di sini maksudnya adalah bahwa Allah tidak akan memberikan pertolongan-Nya (kemenangan) kepada Rasul-Nya, dan bahwa agama yang beliau bawa akan lenyap.”
Dan ditafsirkan pula: “Bahwa apa yang menimpa beliau bukanlah dengan takdir (ketentuan) dan hikmah (kebijaksanaan) Allah.” Jadi prasangka di sini ditafsirkan dengan tiga penafsiran: mengingkari adanya hikmah Allah, mengingkari takdir-Nya, dan mengingkari bahwa agama yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan disempurnakan dan dimenangkan Allah atas semua agama.
Inilah berprasangka buruk yang dilakukan oleh orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang terdapat dalam surat Al Fath. Perbuatan ini disebut dengan prasangka buruk, karena prasangka yang demikian tidak layak untuk Allah, tidak patut terhadap keagungan dan kebesaran Allah, tidak sesuai dengan kebijaksanaan-Nya, Puji-Nya, dan janji-Nya yang pasti benar.

فمن ظن أنه يديل الباطل على الحق إدالة مستقرة يضمحل معها الحق، أو أنكر أن يكون ما جرى بقضائه و قدره، أو أنكر أن يكون قدره لحكمة بالغة يستحق عليها الحمد ، بل زعم أن ذلك لمشيئة مجردة، ف{ذلك ظن الذين الكفروا، فويل للذين كفروا من النار}

Oleh karena itu, barangsiapa yang berprasangka bahwa Allah akan memenangkan kebatilan atas kebenaran, disertai dengan lenyapnya kebenaran; atau berprasangka bahwa apa yang terjadi ini bukan karena Qadha dan takdir Allah; atau mengingkari adanya suatu hikmah yang besar sekali dalam takdir-Nya, yang dengan hikmah-Nya Allah berhak untuk dipuji; bahkan mengira bahwa yang terjadi hanya sekedar kehendak-Nya saja tanpa ada hikmah-Nya, maka {inilah prasangka orang orang kafir, yang mana bagi mereka inilah Neraka “Wail”}.

و أكثر الناس يظنون بالله ظن السوء فيما يختص بهم، و فيما يفعله بغيرهم ، و لا يسلم من ذلك إلا من عرف الله و أسماءه و صفاته، و موجب حكمته و حمده

Dan kebanyakan manusia berprasangka buruk kepada Allah, baik dalam hal yang berkenaan dengan diri mereka sendiri, ataupun dalam hal yang berkenaan dengan orang lain, bahkan tidak ada orang yang selamat dari prasangka buruk ini, kecuali orang yang benar-benar mengenal Allah, Asma dan sifat-Nya, dan mengenal kepastian adanya hikmah dan keharusan adanya puji bagi-Nya sebagai konsekwensinya.

فليعتن اللبيب الناصح لنفسه بهذا، و ليتب إلى الله، وليستغفره من ظنه بربه ظن السوء.

Maka orang yang berakal dan yang cinta kepada dirinya sendiri, hendaklah memperhatikan masalah ini, dan bertaubatlah kepada Allah, serta memohon maghfirah-Nya atas prasangka buruk yang dilakukannya terhadap Allah.

ولو فتشت من فتشت، لرأيت عنده تعتنا على القدر وملامة له، و أنه كان ينبغي أن يكون كذا و كذا، فمستقل و مستكثر، و فتش نفسك: هل أنت سالم ؟

Apabila anda selidiki, siapapun orangnya pasti akan anda dapati pada dirinya sikap menyangkal dan mencemoohkan takdir Allah, dengan mengatakan hal tersebut semestinya begini dan begitu, ada yang sedikit sangkalannya dan ada juga yang banyak. Dan silahkan periksalah diri anda sendiri, apakah anda bebas dari sikap tersebut?

فَإَنْ تَنْجُ مِنْهَا تَنْجُ مِنْ ذِيْ عَظِيْمَةٍ وَإْلاَّ فَإِنِّيْ لاَ إِخَالَكَ نَاجِيًا

“Jika anda selamat (selamat) dari sikap tersebut, maka anda selamat dari malapetaka yang besar, jika tidak, sungguh aku kira anda tidak akan selamat.”

: فيه مسائل

Kandungan bab ini:

١. الإخبار بأن ذلك أنواع لا تحصر

  1. Disebutkan bahwa prasangka buruk itu banyak sekali macamnya.

٢. أنه لا يسلم من ذلك إلا من عرف الأسماء و الصفات و عرف نفسه

2. Penjelasan bahwa tidak ada yang bisa selamat dari prasangka buruk ini kecuali orang yang mengenal Asma’ dan sifat Allah, serta mengenal dirinya sendiri

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Jangan Ragu Bertanya
Assalaamualaikum...