Notice: Undefined property: FDX_Widget_1::$plugin_slug in /home/u1119306/public_html/annawawi.com/wp-content/plugins/wp-mobile-edition/admin/class-widgets.php on line 9

Deprecated: jetpack_check_mobile used for foundation_override_jetpack_check_mobile is deprecated since version with no alternative available. in /home/u1119306/public_html/annawawi.com/wp-includes/functions.php on line 4787
Mengharapkan Berkah dari Pepohonan atau Semisalnya – Mahad Al-Imam An-Nawawi Al-Islami

Mengharapkan Berkah dari Pepohonan atau Semisalnya

0 Comments

🔰 BULETIN AL-IMAN

Kitab Tauhid (10)

🌿 Mengharapkan Berkah dari Pepohonan atau Semisalnya

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ ﴿١٩﴾ وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

“Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Al lata dan Al Uzza dan Manat yang ketiga, (QS. An Najm: 19-20).

عن أبي وقيد الليثي قال : خرجنا مع رسول الله ﷺ إلى حنين و نحن حدثاء عهد بكفر و للمشركين سدرة يعكفون عندها و ينوطون لها أسلحتهم، يقال لها : ذات أنواط، فمررنا بسدرة، فقلنا: يا رسول الله ! اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط.

Dari Abi Waqid Al Laitsi, berkata : “Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah menuju Hunain, sedangkan kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam), disaat itu orang-orang musyrik memiliki sepokok pohon bidara yang dikenal dengan Dzatu Anwath, mereka selalu mendatanginya/berdiam dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon tersebut, di saat kami sedang melewati pohon bidara tersebut, kami berkata: “ya Rasulullah, buatkanlah untuk kami Dzatu anwath sebagaimana mereka memilikinya”.

: فقال رسول الله ﷺ

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

اللهُ أَكْبَرُ إِنَّهَا السُّنَنُ، قُلْتُمْ وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيْلَ لِمُوْسَى- اجْعَل لَّنَا إِلَـٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ  لَتَرْكَبُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Allahu Akbar, itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian) demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian benar-benar telah mengatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa: “buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan, Musa menjawab: sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengerti (faham)” kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.”(HR. Tirmidzi, dan dia menshahihkannya). 

: فيه مسائل

Kandungan dalam bab ini:

١. معرفة صورة الأمر الذي طلبوا، كونهم لم يفعلوا و كونهم قصدوا التقرب إلى الله بذلك، لظنهم أنه يحبه

1. Mengetahui bentuk permintaan mereka، belum melakukan apa yang mereka minta dan mereka melakukan itu semua untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena mereka beranggapan bahwa Allah menyukai perbuatan itu.

٢. أنهم إذا جهلوا هذا فغيرهم أولى بالجهل

2. Apabila mereka tidak mengerti hal ini, maka selain mereka lebih tidak mengerti lagi.

٣. أن لهم من الحسنات و الوعد بالمغفرة ما ليس لغيرهم

3. Mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan jaminan maghfirah (untuk diampuni) yang tidak dimiliki oleh orang-orang selain mereka.

٤. أن النبي ﷺ لم يعذرهم ،بل رد عليهم بقوله: (الله أكبر إنها السنن، لتتبعن سنن من كان قبلكم) فغلظ الأمر بهذه الثلاث

4. Nabi Muhammad ﷺ tidak menerima alasan mereka, bahkan menyanggahnya dengan sabdanya: “Allahu Akbar, sungguh itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian dan kalian akan mengikuti mereka”. Beliau bersikap keras terhadap permintaan mereka itu dengan ketiga kalimat ini.

{ ٥. أن الأمر الكبير : أنه أخبر أن طلبتهم كطلبة بني إسرائيل لما قالوا لموسى :{ اجعل لنا

5. Satu hal yang sangat penting adalah pemberitahuan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa permintaan mereka itu persis seperti permintaan Bani Israel kepada nabi Musa: “buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka mempunyai sesembahan-sesembahan

٦. أن الشرك فيه أكبر و أصغر ،لأنهم لم يرتدوا بهذا

6. Syirik itu ada yang besar dan ada yang kecil, buktinya mereka tidak dianggap murtad dengan permintaannya itu. 

٧. قولهم : ( و نحن حدثاء عهد بكفر ) فيه أن غيرهم لا يجهله ذلك

7. Perkataan mereka:“…sedang kami dalam keadaan baru saja lepas dari kekafiran (masuk islam) …” menunjukan bahwa para sahabat yang lain mengerti bahwa perbuatan mereka termasuk syirik.

٨. جواز ذكر التكبير عند التعجب،خلافا لمن كرهه

8. Diperbolehkan bertakbir ketika mendengar sesuatu yang tidak patut diucapkan dalam agama, berlainan dengan pendapat orang yang menganggapnya makruh.

٩. النهي عن التشبه بأهل الجاهلية

9. Dilarang melakukan suatu perbuatan yang menyerupai orang orang jahiliyah

١٠. أن سنة أهل الكتاب مذمومة كسنة المشركين

10. Tradisi orang-orang ahli kitab itu tercela seperti tradisinya orang-orang musyrik.

Sebarkan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!