๐ŸŒฟ Mentaati Ulama dan Umaro’ dalam Penghalalan Yang Haram dan Pengharaman Yang Halal

0 Comments

๐Ÿ”ฐBULETIN AL IMAN

Kitab Tauhid(37)
๐ŸŒฟ Mentaati Ulama dan Umaro’ dalam Penghalalan Yang Haram dan Pengharaman Yang Halal

Ibnu Abbas berkata:

ูŠููˆู’ุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ู€ุฒูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกูุŒ ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู„ููˆู’ู†ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑู

โ€œAku khawatir kalian ditimpa hujan batu dari langit, karena aku mengatakan: โ€œRasulullah ๏ทบ bersabdaโ€, tetapi kalian malah mengatakan: โ€œAbu Bakar dan Umar berkataโ€.

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan:

(ุนุฌุจุช ู„ู‚ูˆู… ุนุฑููˆุง ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ูˆ ุตุญุชู‡ ุŒ ูŠุฐู‡ุจูˆู† ุฅู„ู‰ ุฑุฃูŠ ุณููŠุงู† ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูŠู‚ูˆู„ : {ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ุฐูŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ููููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู† ุชูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ}ุŒ ุฃุชุฏุฑูŠ ู…ุง ุงู„ูุชู†ุฉ ุŸ ุงู„ูุชู†ุฉ : ุงู„ุดุฑูƒ ุŒ ู„ุนู„ู‡ ุฅุฐุง ุฑุฏ ุจุนุถ ู‚ูˆู„ู‡ ุŒ ุฃู† ูŠู‚ุน ููŠ ู‚ู„ุจู‡ ุดูŠุฆ ู…ู† ุงู„ุฒูŠุบุŒ ููŠู‡ู„ูƒ)

โ€œAku merasa heran terhadap orang-orang yang tahu tentang isnad hadits dan keshahihannya, tetapi mereka menjadikan pendapat Sufyan sebagai acuannya, padahal Allah telah berfirman:
โ€œMaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa siksa yang pedih.โ€ (QS. An nur: 63).
Tahukah kamu apakah yang dimaksud dengan fitnah itu? Fitnah disitu maksudnya adalah syirik, bisa jadi apabila ia menolak sabda Nabi akan terjadi dalam hatinya kesesatan sehingga dia celakaโ€.

ุนู† ุนุฏูŠ ุจู† ุญุงุชู… : ุฃู†ู‡ ุณู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ูŠู‚ุฑุฃ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ :{ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐููˆุง ุฃูŽุญู’ุจูŽุงุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฑูู‡ู’ุจูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุงุจู‹ุง ู…ู‘ูู† ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู } ุŒ ูู‚ู„ุช ู„ู‡ : ุฅู†ุง ู„ุณู†ุง ู†ุนุจุฏู‡ู…!

Diriwayatkan dari โ€˜Ady bin Hatim bahwa ia mendengar Rasulullah ๏ทบ membaca firman Allah :
โ€œMereka menjadikan orang-orang alim dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan tuhan selain Allah.โ€ (QS. Al At Taubah: 31).
Maka saya berkata kepada beliau: โ€œSungguh kami tidaklah menyembah merekaโ€, beliau bersabda:

ุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูุญูŽุฑู‘ูู…ููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ููŽุชูุญูŽุฑู‘ูู…ููˆู’ู†ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูุญูู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ููŽุชูุญูู„ู‘ููˆู’ู†ูŽู‡ู ุŸ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุชูู„ู’ูƒูŽ ุนูุจูŽุงุฏูŽุชูู‡ูู…ู’

โ€œTidakkah mereka mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kalian pun mengharamkanya; dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya? Aku menjawab: ya, maka beliau bersabda: โ€œitulah bentuk penyembahan kepada mereka.โ€ (HR. Imam Ahmad dan At Tirmidzi menyatakan hasan).

: ููŠู‡ ู…ุณุงุฆู„

Kandungan bab ini:

ูก. ุงู„ุชู†ุจูŠู‡ ุนู„ู‰ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุชูŠ ุฃู†ูƒุฑู‡ุง ุนุฏูŠ

1. Perlu diperhatikan arti ibadah yang sebelumnya telah diingkari oleh โ€˜Ady bin Hatim.

ูข. ุชู…ุซูŠู„ ุงุจู† ุนุจุงุณ ุจุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ูˆ ุนู…ุฑ ุŒ ูˆุชู…ุซูŠู„ ุฃุญู…ุฏ ุจุณููŠุงู†

2. Pemberian contoh kasus yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas dengan menyebut nama Abu Bakar dan Umar, dan yang dikemukakan oleh Ahmad bin Hanbal dengan menyebut nama Sufyan.

ูฃ. ุชุบูŠุฑ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ ุฅู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุบุงูŠุฉุŒ ุญุชู‰ ุตุงุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุฃูƒุซุฑ : ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุฑู‡ุจุงู† ู‡ูŠ ุฃูุถู„ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุŒ ูˆ ุชุณู…ู‰ : ุงู„ูˆู„ุงูŠุฉ ุŒ ูˆ ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ุฃุญุจุงุฑ ู‡ูŠ ุงู„ุนู„ู… ูˆ ุงู„ูู‚ู‡! ุซู… ุชุบูŠุฑุช ุงู„ุญุงู„ ุŒ ุฅู„ู‰ ุฃู† ุฃุนุจุฏ ู…ู† ู„ูŠุณ ู…ู† ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ุŒ ูˆ ุนุจุฏ- ุจุงู„ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุซุงู†ูŠ- ู…ู† ู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠู†

3. Hal tersebut telah berkembang sedemikian rupa, sehingga banyak terjadi pada kebanyakan manusia penyembahan terhadap orang-orang shaleh, yang dianggapnya sebagai amal yang paling utama, dan dipercayainya sebagai wali [yang dapat mendatangkan suatu manfaโ€™at atau bencana], serta penyembahan terhadap orang-orang alim melalui ilmu pengetahuan dan fiqh [dengan diikuti apa saja yang dikatakan, baik sesuai dengan firman Allah dan sabda Rasul-Nya atau tidak].

Kemudian hal ini berkembang lebih parah lagi, dengan adanya penyembahan terhadap orang-orang yang tidak shaleh, dan terhadap orang-orang bodoh yang tidak berilmu [dengan diikuti pendapat-pendapatnya, bahkan bidโ€™ah dan syirik yang mereka lakukan juga diikuti].

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!