🌿 Pemberian Nama Yang Diperhambakan kepada Selain Allah

🔰BULETIN AL IMAN

Kitab Tauhid (49)
🌿 Pemberian Nama Yang Diperhambakan kepada Selain Allah

Firman Allah :

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Ketika Allah mengaruniakan kepada mereka seorang anak laki-laki yang sempurna (wujudnya), maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah dalam hal (anak) yang dikaruniakan kepada mereka, Maha Suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” (QS. Al A’raf: 190)

قال ابن حزم : (اتفقوا على تحريم كل اسم معبد لغير الله : كعبد عمرو، و عبد الكعبة ، وما أشبه ذلك، حاشا : عبد المطلب)

Ibnu Hazm berkata: “Para ulama telah sepakat  mengharamkan setiap nama yang diperhambakan kepada selain Allah, seperti: Abdu Umar (hambanya umar), Abdul Ka’bah (hambanya Ka’bah) dan yang sejenisnya, kecuali Abdul Muthalib.”

و عن ابن عباس -في الآية- قال 🙁 لما تغشاها آدم حملت، فأتاهما إبليس فقال : إني صاحبكما الذي أخرجتكما من الجنة،لتطيعني، أو لأجعلن له قرني أيل، فيخرج من بطنك فيشقه ، و لأفعلن و لأفعلن -يخوفهما- سمياه: عبد الحارث ، فأبيا أن يطيعاه، فخرج ميتا، ثم حملت، فأتاهما ،فقال مثل قوله،
فأبيا أن يطيعاه، فخرج ميتا، ثم حملت،فأتاهما، فذكر لهما، فأدركهما حب الولد، فسمياه: عبد الحارث؛ فذلك قوله : { جعلا له شركاء فيما ءاتاهما}. رواه ابن حاتم.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut mengatakan: “Setelah Adam menggauli istrinya Hawwa, ia pun hamil, lalu iblis mendatangi mereka berdua seraya berkata: “Sungguh, aku adalah kawanmu berdua yang telah mengeluarkan kalian dari surga. Demi Allah, hendaknya kalian mentaati aku, jika tidak maka akan aku jadikan anakmu bertanduk dua seperti rusa, sehingga akan keluar dari perut dalammu dengan merobeknya, demi Allah, itu pasti akan ku lakukan”, itu yang dikatakan iblis dalam rangka menakut-nakuti mereka berdua, selanjutnya iblis berkata: “Namailah anakmu dengan Abdul harits”. Tapi keduanya menolak untuk mentaatinya, dan ketika bayi itu lahir, ia lahir dalam keadaan mati. Kemudian Hawwa hamil lagi, dan datanglah iblis itu dengan mengingatkan apa yang pernah dikatakan sebelumnya. Karena Adam dan Hawwa cenderung lebih mencintai keselamatan anaknya, maka ia memberi nama anaknya dengan “Abdul Harits”, dan itulah penafsiran firman Allah: جعلا له شركاء فيما آتاهما

وله بسند صحيح عن قتادة قال :(شركاء في طاعته، ولم يكن في عبادته)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan pula, dengan sanad yang shahih, bahwa Qatadah dalam menafsirkan ayat ini mengatakan: “Yaitu, menyekutukan Allah dengan taat kepada Iblis, bukan dalam beribadah kepadanya.”

Dan dalam menafsirkan firman Allah:

لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Artinya: “Jika engkau mengaruniakan anak laki-laki yang sempurna (wujudnya)”,

قال المجاهد: ( أشفقا ألا يكون إنسانا ) و ذكر معناه عن الحسن، و سعيد، و غيرهما.

Mujahid berkata: “Adam dan Hawwa khawatir kalau anaknya lahir tidak dalam wujud manusia”, dan penafsiran yang sama diriwayatkannya pula dari Al Hasan (Al Basri), Sai’d (Ibnu Jubair) dan yang lainnya.

: فيه مسائل

Kandungan bab ini:

١. تحريم كل اسم معبد لغير الله

  1. Dilarang memberi nama yang diperhambakan kepada selain Allah.

٢. أن هذا الشرك في مجرد تسمية لم تقصد حقيقتها

2. Kemusyrikan ini [sebagaimana dinyatakan oleh ayat ini] disebabkan hanya sekedar pemberian nama saja, tanpa bermaksud yang sebenarnya.

٣. أن هبة الله للرجل البنت السوية من النعم

3. Pemberian anak perempuan dengan wujud yang sempurna merupakan ni’mat Allah [yang wajib disyukuri].

٤. ذكر السلف الفرق بين الشرك في الطاعة، و الشرك في العبادة

4. Ulama Salaf menyebutkan perbedaan antara kemusyrikan di dalam taat dan kemusyrikan di dalam beribadah.

•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Jangan Ragu Bertanya
Assalaamualaikum...