🌿 Penyebab Utama Kekufuran

0 Comments

°••• ~ ༻ ﷽ ༺ ~•••°

🔰 BULETIN AL-IMAN

Kitab Tauhid (18)
🌿 Penyebab Utama Kekufuran

Firman Allah:

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ

“Wahai orang-orang ahli kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian (QS. An-Nisa’: 171).

Dalam shahih Bukhari dari Ibnu Abbas yang menjelaskan tentang firman Allah:

وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

“Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata: “janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Tuhan-tuhan kamu, dan janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq maupun Nasr.”(QS. Nuh: 23).

قال : (هذه أسماء رجال صالحين من قوم نوح، فلما هلكوا أوحى الشيطان إلى قومهم : أن انصبوا إلى مجالسهم التي كانوا يجلسون فيها أنصابا وسموها بأسمائهم ، ففعلوا ، فلم تعبد حتى إذا هلك أولئك ونسي العلم، عبدت)

Beliau (Ibnu Abbas) mengatakan: “Ini adalah nama orang-orang shaleh dari kaum Nabi Nuh, ketika mereka meniggal dunia, syetan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung-patung mereka yang telah meninggal di tempat-tempat dimana, disitu pernah diadakan pertemuan-pertemuan mereka, dan mereka disuruh memberikan nama-nama patung tersebut dengan nama-nama mereka, kemudian orang-orang tersebut menerima bisikan syetan, dan saat itu patung-patung yang mereka buat belum dijadikan sesembahan, baru setelah para pembuat patung itu meninggal, dan ilmu agama dilupakan, mulai saat itulah patung-patung  tersebut disembah”.

و قال ابن القيم: قال غير واحد من السلف : لما ماتوا عكفوا على قبورهم ثم صوروا تماثيلهم ، ثم طال عليهم الأمد فعبدوهم

Mereka itu meninggal, banyak orang-orang yang berbondong-bondong mendatangi kuburan mereka, lalu mereka membuat patung-patung mereka, kemudian setelah waktu berjalan beberapa lama akhirnya patung-patung tersebut dijadikan sesembahan”

Diriwayatkan dari Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ، فَقُوْلُوْا عَبْدَ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: Abdullah (hamba Allah) dan Rasulullah (Utusan Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الغُلُوُّ

“Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu majah dari Ibnu Abbas)

Dan dalam shahih Muslim, Ibnu Mas’ud berkata: bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُوْنَ- قَالَهَا ثَلاَثًا

“Binasalah orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan.” (diulanginya ucapan itu tiga kali)

فيه مسائل :

Kandungan dalam bab ini:

١. أن من فهم هذا الباب و بابين بعده ، تبين له غربة الإسلام ، و رأى من قدرة الله و تقليبه للقلوب العجب

1. Orang yang memahami bab ini dan kedua bab setelahnya, akan jelas baginya keterasingan Islam; dan ia akan melihat betapa kuasanya Allah itu untuk merubah hati manusia

٢. معرفة أول شرك حدث على وجه الأرض أنه بشبهة الصالحين

2. Mengetahui bahwa awal munculnya kemusyrikan di muka bumi ini adalah karena sikap berlebih-lebihan terhadap orang-orang shaleh

٣. أول شيئ غير به دين الأنبياء، و ما سبب ذلك مع معرفة أن الله أرسلهم

3. Mengetahui apa yang pertama kali diperbuat oleh orang-orang sehingga ajaran para Nabi menjadi berubah, dan apa penyebabnya? padahal mereka mengetahui bahwa para Nabi itu adalah utusan Allah

٤. سبب قبول البدع مع كون الشرائع و الفطر تردها

  1. Mengetahui sebab-sebab diterimanya bid’ah, padahal syari’at dan fitrah manusia menolaknya

٥. أن سبب ذلك كله مزح الحق بالباطل، فالأول: محبة الصالحين ، و الثاني : فعل أناس من أهل العلم و الدين شيئا أرادوا به خيرا ، فظن من بعدهم أنهم أرادوا به غيره

5. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal di atas adalah tercampur-aduknya kebenaran dengan kebatilan; yang pertama ialah: rasa cinta kepada orang-orang shaleh.
Sedang yang kedua ialah: tindakan yang dilakukan oleh orang-orang ‘alim yang ahli dalam masalah agama, dengan maksud untuk suatu kebaikan, tetapi orang-orang yang hidup sesudah mereka menduga bahwa apa yang mereka maksudkan bukanlah hal itu

٦. جبلة الآدمي في كون الحق ينقص في قلبه ، والباطل يزيد

6. Mengetahui watak manusia bahwa kebenaran yang ada pada dirinya bisa berkurang, dan kebatilan malah bisa bertambah

٧. أن فيه شاهدا لما نقل عن السلف أن البدعة سبب الكفر

7. Bab ini mengandung suatu bukti tentang kebenaran pernyataan ulama salaf bahwa bid’ah adalah penyebab kekafiran

٨. معرفة الشيطان بما تؤول إليه البدعة ، و لو حسن قصد الفاعل

8. Syetan mengetahui dampak yang diakibatkan oleh bid’ah, walaupun maksud pelakunya baik

٩. معرفة القاعدة الكلية، و هي النهي عن الغلو، و معرفة ما يؤول إليه

9. Mengetahui kaidah umum, yaitu bahwa sikap berlebih-lebihan dalam agama itu dilarang, dan mengetahui pula dampak negatifnya

١٠ مضرة العكوف على القبر لأجل عمل صالح

10. Bahaya dari perbuatan sering mendatangi kuburan dengan niat untuk suatu amal shalih

١١. معرفة النهي عن التماثيل و الحكمة في إزالتها

11. Larangan adanya patung-patung, dan hikmah dibalik perintah menghancurkannya (yaitu: untuk menjaga kemurnian tauhid dan mengikis kemusyrikan)

١٢. معرفة عظم شأن هذه القصة، و شدة الحاجة إليها مع الغفلة عنها

12. Besarnya kedudukan kisah kaum nabi Nuh ini, dan manusia sangat memerlukan akan hal ini, walaupun banyak di antara mereka yang telah melupakannya

١٣. و هي أعجب و أعجب : قراءتهم إياها في كتب التفسير و الحديث ، و معرفتهم بمعنى الكلام ، و كون الله حال بينه و بين قلوبهم ، حتى اعتقدوا أن فعل قوم نوح هو أفضل العبادات ، و اعتقدوا أن نهي الله و رسوله عنه هو الكفر المبيح للدم و المال

13. Satu hal yang sangat mengherankan, bahwa mereka (para ahli bid’ah) telah membaca dan memahami kisah ini, baik lewat kitab-kitab tafsir maupun hadits, tapi Allah menutup hati mereka, sehingga mereka mempunyai keyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh adalah amal ibadah yang paling utama, dan merekapun beranggapan bahwa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya hanyalah kekafiran yang menghalalkan darah dan harta

١٤. التصريح أنهم لم يريدوا إلا الشفاعة

  1. Dinyatakan bahwa mereka berlebih-lebihan terhadap orang- orang shaleh itu tiada lain karena mengharapkan syafaat mereka

١٥. ظنهم أن العلماء الذين صوروا الصور أرادوا ذلك

15. Mereka menduga bahwa orang-orang berilmu yang membuat patung itu bermaksud demikian

١٦. نصيحته ﷺ إيانا بهلاك المتنطعين

16. Ketulusan hati beliau kepada kita dengan memberikan nasehat bahwa orang-orang yang berlebih-lebihan itu akan binasa

١٧. التصريح أنها لم تعبد حتى نسي العلم ، ففيها ببان معرفة قدر وجوده ، و مضرة فقده

17. Pernyataan bahwa patung-patung itu tidak disembah kecuali setelah ilmu [agama] dilupakan, dengan demikian dapat diketahui nilai keberadaan ilmu ini dan bahayanya jika hilang

١٨. أن سبب فقد العلم موت العلماء

18. Penyebab hilangnya ilmu agama adalah meninggalnya para ulama
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!