🌿Sabar Terhadap Takdir Allah

0 Comments

🔰BULETIN AL IMAN

Kitab Tauhid (34)
Bab Sabar Terhadap Takdir Allah

Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun: 11)

‘Alqamah (seorang tabi’in) rahimahullah menafsirkan Iman yang disebutkan dalam ayat ini dengan mengatakan:

هُوَ الرَّجُلُ تُصِيْبُهُ المُصِيْبَةُ فَيَعْلَمُ أَنَّهَا مِنْ عِنْدِ اللهِ فَيَرْضَى وَيُسْلِمُ

“Yaitu: orang yang ketika ditimpa musibah, ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridha dan pasrah (atas takdir-Nya).

Diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

اثْنَانِ فِيْ النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ، الطَّعْنُ فِيْ النَّسَبِ، وَالنِّيَاحَةُ عَلَى المَيِّتِ

“Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua-duanya merupakan bentuk kekufuran: mencela keturunan, dan meratapi orang mati.”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits marfu’, dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُوْدَ، وَشَقَّ الجُيُوْبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الجَاهِلِيَّةِ

“Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek pakaian, dan menyeru dengan seruan orang-orang jahiliyah.”

Diriwayatkan dari Anas sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ اللهُ لَهُ بِالْعُقُوْبَةِ فِيْ الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافَى بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka Ia percepat hukuman baginya di dunia, dan apabila Ia menghendaki keburukan pada seorang hamba-Nya, maka Ia tangguhkan dosanya sampai ia penuhi balasannya nanti pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).

Nabi Muhammad bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum,  maka Ia akan mengujinya, barangsiapa yang ridha akan ujian itu maka baginya keridhaan Allah, dan barangsiapa yang marah/benci terhadap ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah.” (Hadits hasan menurut Tirmidzi).

: فيه مسائل

Kandungan dalam bab ini:

١. أن الصبر على أقدار الله من الإيمان بالله

1. Sabar terhadap cobaan termasuk iman kepada Allah.

٢. الطعن في النسب

2. Disebutkan tentang hukum mencela keturunan.

٣. شدة الوعيد فيمن : ضرب الخدود ، و شق الجيوب و دعا بدعوى الجاهلية

3. Ancaman keras bagi orang yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju, dan menyeru kepada seruan jahiliyah [karena meratapi orang mati].

٤. علامة إرادة الله بعبده الخير

4. Tanda apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya.

٥. علامة إرادة الله به الشر

5. Tanda apabila Allah menghendaki keburukan
kepada hamba-Nya.

٦. علامة حب الله للعبد

6. Tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

٧. تحريم السخط

7. Dilarang bersikap marah dan tidak sabar atas cobaan ketika diuji oleh Allah.

٨. ثواب الرضا بالبلاء

8. Pahala bagi orang yang ridha atas ujian dan cobaan.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!