Shalat Pada Malam Nishfu Sya’ban “Lailatul Bara‘ah”

0 Comments

Oleh: علي مرتضى شهودي

Banyak orang yang terjerumus dalam kesesatan di berbagai negeri kaum muslimin. Mereka melakukan Bid’ah pada malam kelima belas bulan Sya’ban dan hari kelima belasnya yang berupa ucapan maupun perbuatan, mengadakan perayaan-perayaan dan berkumpul di masjid-masjid untuk menunaikan shalat tertentu dan ibabah-ibadah tertentu. Mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan disyariatkan dalam agama dan termasuk Sunnah. Mereka tidak tahu bahwa perbuatan tersebut hanya menghidupkan Bid’ah dan menjauhkan dirinya dari syariat serta menjadikannya pengikut hawa nafsu dan syetan.

                Shalat ini disebut pula “Lailatul Bara‘ah (malam pembebasan)”, karena merujuk pada kalimat Bara‘ah yakni pembebasan dari Neraka atau dosa-dosa, atau ada dua pembebasan di dalamnya, yaitu pembebasan yang dilakukan Allah سبحانه وتعالى terhadap orang-orang yang celaka dan pembebasan wali-waliNya dari kehinaan.

                Abu Syamah berkata, “Banyak orang awam yang tertipu dengan shalat ini. Mereka bahkan sampai menyalakan api sehingga banyak ditemukan alat-alat untuk menyalakan api di masjid-masjid yang digunakan untuk menunaikan shalat tersebut. Dan kondisi ini terus berlangsung semalam suntuk sehingga banyak terjadi perbuatan kefasikan dan kemaksiatan, bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan serta berbagai fitnah lainnya. Orang-orang ahli ibadah dari kalangan awam meyakini keutamaan shalat ini dan telah dijerumuskan syetan sehingga mereka menganggap bahwa ia merupakan salah satu ajaran Islam.”

                Mereka telah tertipu dengan hadits-hadits Dha’if atau Maudhu’ yang menjelaskan tentang keutamaan malam dan hari kelima belas bulan Sya’ban (tanggal 15 Sya’ban), padahal hadits-hadits tersebut tidak bisa dijadikan hujjah sama sekali.

                Syaikh Ibnu Baz berkata, “Di antara Bid’ah yang dibuat sebagian manusia adalah Bid’ah merayakan malam Nishfu Sya’ban dan mengkhususkan harinya (hari kelima belas) untuk berpuasa, padahal ia tidak memiliki dalil yang bisa dijadikan pegangan. Yang ada hanyalah hadits-hadits Dha’if yang menjelaskan keutamaannya yang sama sekali tidak bisa dijadikan landasan hukum.”

                Bahkan telah sah dari segolongan ulama Salaf bahwa mereka mengingkari keutamaannya.

                Ibnu Wadhdhah meriwayatkan dalam Al Bida’ Wa An-Nahyu ’Anha  dari Zaid bin Aslam bahwa dia berkata, “Kami tidak menemukan seorang pun dari guru-guru kami dan ulama-ulama kami yang tertarik dengan malam Nishfu Sya’ban. Kami juga tidak menemukan salah seorang dari mereka yang meriwayatkan hadits Makhul. Dan mereka tidak menganggap bahwa malam Nishfu Sya’ban memiliki keistimewaan dibandingkan malam-malam lainnya.”

                Yang dimaksud hadits Makhul adalah hadits yang diriwayatkan olehnya dari Malik bin Yakhamir dari Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda, “Allah سبحانه وتعالى melihat makhlukNya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhlukNya selain orang musyrik atau orang yang bertengkar.”

                Suatu ketika pernah ada yang mengatakan kepada Ibnu Abi Mulaikah, “Sesungguhnya Ziyad An-Numairi berkata, ‘Sesungguhnya ibadah malam Nishfu Sya’ban pahalanya seperti pahala ibadah pada malam Lailatul Qadar’. Maka Ibnu Abi Mulaikah berkata, “Kalau aku mendengarnya darinya dan tanganku memegang tongkat pasti akan kupukul dia dengannya.” 

                Al Qurthubi berkata, “Tidak ada hadits Shahih tentang malam Nishfu Sya’ban, baik tentang keutamaannya atau tentang dihapusnya ajal-ajal di dalamnya. Maka janganlah engkau tertipu dengannya.”

                Jadi jelas bahwa semua hadits yang menjelaskan tentang keutamaannya tidak bisa dijadikan pegangan. Apabila demikian halnya maka tidak boleh menjadikan keutamaan tersebut sebagai alasan untuk membuat ibadah yang bermacam-macam, karena cara tersebut tidak disyariatkan.

                Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Seandainya dibolehkan bahwa semua malam memiliki keutamaan dan ada shalat khusus di dalamnya, tentunya shalat ini akan dilaksanakan, bahkan pada malam yang lebih utama dairnya yaitu malam hari raya dan malam Arafah.”

                Syaikh Ibnu Baz berkata:

                “Seandainya mengkhususkan ibadah pada malam tertentu dibolehkan, tentunya malam Jum’at lebih utama dari malam-malam lainnya, karena hari Jum’at adalah hari terbaik terbitnya matahari berdasarkan hadits-hadis Shahih dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Karena Nabi صلى الله عليه وسلم melarang mengkhususkan malam Jum’at untuk beribadah, maka ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih dilarang (untuk mengkhususkan ibadah di dalamnya). Jadi tidak boleh mengkhususkan salah satu malam tertentu untuk beribadah kecuali berdasarkan dalil sah yang menunjukkan pengkhususannya.

                Karena malam Lailatul Qadr dan malam-malam Ramadhan lainnya disyariatkan untuk beribadah di dalamnya, maka Nabi pun menganjurkan umatnya agar beribadah di dalamnya dan beliau juga melakukannya. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa beribadah pada malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

                Seandainya malam Nishfu Sya’ban atau malam Jum’at pertama bulan Rajab atau malam Isra‘ Mi’raj dianjurkan beribadah di dalamnya atau merayakannya secara khusus, pasti Nabi صلى الله عليه وسلم akan menganjurkan kepada umatnya agar beribadah di dalamnya dan beliau juga akan melakukannya. Dan seandainya hal tersebut benar-benar dilakukan beliau, pasti para Sahabat akan meriwayatkannya kepada kita dan menyembunyikannya.”

                Semua yang telah diuraikan di atas adalah pengantar untuk menjelaskan shalat-shalat Bid’ah yang dilakukan sebagian orang pada malam tersebut yang dianjurkan oleh banyak penceramah.

Sumber : Ash-Shalawat Al Mubtada’ah, karya Syaikh Ahmad bin Abdul Aziz Al Jammaz, hal 326-329

Sebarkan...

Open chat
1
Hubungi kami
Assalaamu'alaikum
Kami siap membantu!