🌿 Syafaat

°••• ~ ༻ ﷽ ༺ ~•••°

🔰BULETIN AL-IMAN

Kitab Tauhid (16)
🌿 Syafaat

Allah ta’ala berfirman :

وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dan berilah peringatan dengan apa yang telah diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Rabb mereka (pada hari kiamat), sedang mereka tidaklah mempunyai seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain Allah, agar mereka bertakwa.” (QS. Al an’am : 51).

قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا

“Katakanlah (hai Muhammad) : “hanya milik Allah lah syafa’at itu semuanya.” (QS. Az zumar: 44).

مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Tiada seorang pun yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya.” (QS. Al baqarah: 225).

 وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

“Dan berapa banyak malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengiizinkan (untuk diberi syafa’at) bagi siapa saja yang dikehendaki dan diridhai-Nya.” (QS. An Najm: 26)

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ ۞ وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ

“Katakanlah: “serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tak memiliki kekuasaan seberat dzarrahpun di langit maupun di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu andil apapun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sama sekali tidak ada di antara mereka menjadi pembantu bagi-Nya. Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah, kecuali bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu.” (QS. Saba’: 22)

Abu Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan:

نفى الله عما سواه كل ما يتعلق به المشركون، فنفى أن يكون لغيره ملك أو قسط منه، أو يكون عونا لله ولم يبق إلا الشفاعة، فبين أنها لا تنفع إلا لمن أذن له الرب، كما قال تعالى : وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ

“Allah telah menyangkal segala hal yang menjadi tumpuan kaum musyrikin, selain diri-Nya sendiri, dengan menyatakan bahwa tidak ada seorangpun selain-Nya yang memiliki kekuasaan, atau bagiannya, atau menjadi pembantu Allah.
Adapun tentang syafa’at, maka telah ditegaskan oleh Allah bahwa syafa’at ini tidak berguna kecuali bagi orang yang telah diizinkan untuk memperolehnya, sebagaimana firman-Nya: “Dan mereka tidak dapat memberi syafa’at, kecuali kepada orang yang diridhai Allah.” (QS. Al Anbiya’: 28).

فهذه الشفاعة التي يظنها المشركون، هي منتفية يوم القيامة كما نفاها القرآن،

Syafa’at yang diperkirakan oleh orang-orang musyrik itu tidak akan ada pada hari kiamat, sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Al qur’an.

و أخبر النبي أنه يأتي فيسجد لربه و يحمده، لا يبدأ بالشفاعة أولا ، ثم يقال له : (ارفع رأسك، و قل يسمع و سل تعط و اشفع تشفع

Dan diberitakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Bahwa beliau pada hari kiamat akan bersujud kepada Allah dan menghaturkan segala pepujian kepada-Nya, beliau tidak langsung memberi syafa’at lebih dahulu, setelah itu baru dikatakan kepada beliau: “Angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya ucapanmu pasti akan didengar, dan mintalah niscaya permintaanmu akan dikabulkan, dan berilah syafa’at niscaya syafa’atmu akan diterima”.  (HR. Bukhari dan Muslim).

قال له أبو هريرة : من أسعد الناس بشفاعتك؟ قال: من قال لا إله إلا الله ،خالصا من قلبه
فتلك الشفاعة لأهل الإخلاص بإذن الله ، ولا تكون لمن أشرك بالله

Abu Hurairah bertanya kepada beliau: “Siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafa’atmu? Beliau menjawab: “Yaitu orang yang mengucapkan la Ilaha Illallah dengan ikhlas dari dalam hatinya”. (HR. Bukhari dan Ahmad)
Syafa’at yang ditetapkan ini adalah syafa’at untuk Ahlul Ikhlas Wattauhid (orang-orang yang mentauhidkan Allah dengan ikhlas karena Allah semata) dengan seizin Allah; bukan untuk orang yang menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya.

و حقيقته: أن الله هو الذي يتفضل على أهال الإخلاص، فيغفر لهم بواسطة دعاء من أذن له أن يشفع؛ ليكرمه و ينال المقام المحمود

Dan pada hakikatnya, bahwa hanya Allah lah yang melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas tersebut, dengan memberikan ampunan kepada mereka, dengan sebab doanya orang yang telah diizinkan oleh Allah untuk memperoleh syafa’at, untuk memuliakan orang tersebut dan menempatkannya di tempat yang terpuji.

فالشفاعةالتي نفاها القرآن : ما كان فيها شرك ، ولهذا أثبت الشفاعة بإذنه في مواضع، و قد بين النبي أنها لا تكون إلا لأهل التوحيد و الإخلاص

Jadi, syafa’at yang ditiadakan oleh Al qur’an adalah yang di dalamnya terdapat kemusyrikan. Untuk itu, Al Qur’an telah menetapkan dalam beberapa ayatnya bahwa syafa’at itu hanya ada dengan izin Allah; Dan Nabi pun sudah menjelaskan bahwa syafa’at itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bertauhid dan ikhlas karena Allah semata”.

فيه مسائل :

Kandungan bab ini:

١. صفة الشفاعة المنفية

1. Adanya Sifat syafa’at yang dinafikan (syafa’at yang di dalamnya terdapat unsur-unsur kemusyrikan)

٣. صفة الشفاعة المثبتة

2. Adanya sifat syafa’at yang ditetapkan( syafa’at untuk orang-orang yang bertauhid dengan ikhlas, dan dengan izin Allah.)

٣. ذكر الشفاعة الكبرى، و هي المقام المحمود

3. Penyebutan tentang adanya syafa’at kubra, yaitu: Al Maqam Al Mahmud (kedudukan yang terpuji).

٤. صفة ما يفعله ﷺ ، و أنه لا يبدأ بالشفاعة أولا ، بل يسجد، فإذا أذن الله له شفع

4. Cara yang dilakukan oleh Rasulullah ketika hendak mendapatkan syafa’at, beliau tidak langsung memberi syafa’at lebih dahulu, tapi dengan bersujud kepada Allah, menghaturkan segala pujian kepada-Nya. Kemudian setelah diizinkan oleh Allah barulah beliau memberi syafa’at.

٥. بيان حقيقة الشفاعة

5. Penjelasan tentang hakikat syafa’at yang sebenarnya.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Jangan Ragu Bertanya
Assalaamualaikum...